Home / Kesehatan / Mitos Sinar Matahari Dapat Bunuh Virus Corona

Mitos Sinar Matahari Dapat Bunuh Virus Corona

Merebaknya pandemi COVID-19 membuat berbagai kabar tersebar di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu kabar yang beredar di tengah warga ialah sinar matahari dapat membunuh virus corona yang membuat mereka berlomba-lomba untuk berjemur di bawah sinar matahari.

Apakah kabar ini merupakan fakta atau hanya sekedar mitos sinar matahari dapat membunuh virus corona? Benarkah dengan berjemur dapat melenyapkan corona dalam tubuh?

Mitos sinar matahari dan pencegahan COVID-19

Pandemi virus corona yang menyebar di seluruh dunia kini telah mencapai lebih dari satu juta kasus dan menelan puluhan ribu korban jiwa. Peningkatan jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia ini membuat banyak warga yang semakin khawatir akan terserang virus tersebut. Sehingga banyak orang yang melakukan pencegahan, salah satunya dengan berjemur di bawah sinar matahari. Langkah ini disebut-sebut mampu membunuh virus corona.

berjemur

WHO menyatakan bahwa sampai dengan saat ini belum terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa sinar matahari dapat mencegah penularan virus corona jenis baru yang disebut dengan COVID-19.

“Menjemur diri Anda di bawah sinar matahari atau sinar dengan temperatur lebih dari 25 derajat Celcius tidak mencegah atau menyembuhkan virus COVID-19,” demikian pernyataan WHO dalam Myth Busters.

WHO juga telah menjelaskan bahwa COVID-19 dapat menjangkiti siapa saja tanpa peduli seterik dan sepanas apapun cuacanya. Pernyataan           WHO ini merupakan fakta karena berbagai negara dengan wilayah yang memiliki iklim tropis pun juga telah melaporkan kasus COVID-19.

Meskipun WHO telah mengeluarkan pernyataan di atas, ternyata tak hanya orang-orang yang berada di negara iklim tropis saja yang percaya akan mitos sinar matahari dapat membunuh virus corona. Bahkan banyak orang dari negara-negara subtropis membeli lampu dengan konsentrasi sinar UV yang cukup tinggi untuk “menjemur” tubuh mereka agar terhindar dari virus ini.

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengikuti kebiasaan berjemur di bawah sinar matahari, tenang, Anda tidak sepenuhnya sia-sia melakukan kebiasaan ini. Berjemur di bawah sinar matahari memiliki manfaat untuk tubuh Anda. Berikut simak manfaat berjemur di bawah sinar matahari

Mitos sinar matahari berbuah manfaat bagi tubuh

Berjemur di bawah sinar matahari merupakan sumber utama untuk mendapatkan sinar ultraviolet yang berguna untuk memproduksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin D memiliki peranan penting dalam tubuh yang tidak bisa diremehkan, berikut beberapa manfaat diantaranya:

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi
  • Meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit
  • Mengatur kadar insulin dan membantu mengelola diabetes
  • Menjaga fungsi paru-paru dan kesehatan kardiovaskular
  • Mencegah dan mengurangi risiko kanker

Selain itu fungsi di atas, berjemur juga dapat membantu Anda untuk mengurangi rasa depresi karena sinar matahari dapat melepaskan hormon serotonin pada tubuh Anda. Manfaat lainnya dari berjemur, Anda akan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin D dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin dan nutrisi. Terutama bagi Anda yang memiliki banyak kegiatan di malam hari sehingga kekurangan paparan sinar matahari.

Beragam Jenis Sinar UV

Paparan sinar matahari memiliki beberapa jenis sinar ultraviolet. Anda Peru mengetahui tentang tipe-tipe sinar UV agar mendapatkan kualitas berjemur yang baik. Berikut sinar UV yang terbagi dalam tiga jenis:

UVA

Jenis sinar ini paling banyak masuk ke dalam bumi dengan persentase sekitar 95%. Sinar ultraviolet inilah yang menyebabkan perubahan warna pada kulit Anda. Jika Anda sering terpapar sinar jenis ini, maka akan berisiko untuk mendapatkan efek penuaan dan keriput pada kulit Anda. selain itu UVA dapat membangunkan sel kanker di dalam kulit Anda.

UVB

UVB merupakan sinar yang aktif secara biologis. Sinar UVA memiliki dampak perubahan warna kulit yang cepat dan bahkan terbakar, sedangkan sinar UVB memiliki efek perubahan warna pada kulit namun dampaknya tidak secepat UVA. Sebagian besar UVB telah disaring oleh atmosfer sehingga jumlah yang masuk bumi tidak sebanyak UVA.

UVC

Sinar UVC merupakan sinar yang paling berbahaya bagi kulit dan dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Hal ini dikarenakan UVC mampu menembus hingga ke lapisan kulit paling dalam. Beruntungnya, sinar ini tidak sampai ke permukaan bumi karena telah tersaring oleh lapisan atmosfer.

Tips Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Setelah mengetahui jenis dari sinar UV di atas tentunya untuk mendapatkan manfaat dari sinar ultraviolet, Anda tidak dapat sembarangan berjemur dan memaparkan kulit di bawah matahari begitu saja. Berikut tips berjemur di bawah matahari:

1. Gunakan tabir surya atau sunblock

Supaya kulit Anda tidak gosong dan bahkan terbakar, gunakan tabir surya yang mengandung minimal SPF 30. Pastikan Anda menggunakan tabir surya 20 sampai 30 menit sebelum berjemur.

2. Waktu ideal berjemur

Tubuh tidak membutuhkan sinar UVA yang muncul pada pukul 06.00-07.00 pagi. Sinar yang dibutuhkan oleh tubuh adalah sinar UVB karena gelombangnya lebih pendek. Karena Indonesia berada di wilayah khatulistiwa, sinar UVB sudah muncul sekitar pukul 10.00-11.00.

Maka pada waktu tersebut merupakan waktu yang efektif untuk berjemur. Selain itu, durasi untuk berjemur hanya berkisar 15-20 menit saja untuk menghindari risiko kulit gosong dan bahkan terbakar. Lalu pastikan agar permukaan kulit Anda terpapar sinar matahari secara langsung. Semakin banyak permukaan kulit yang terpapar sinar, maka hasilnya akan semakin baik.

3. Minum air putih yang cukup

Ketika berjemur, pastikan Anda minum air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. 

Check Also

cara membentuk otot dada

Cara Membentuk Otot Dada Tanpa Perlu Ke Gym, Mudah dan Murah!

Bagi kebanyakan pria, latihan kebugaran otot dada merupakan hal yang penting. Karena dada yang bidang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *