Home / Kesehatan / Gejala Kanker Rahim dan Cara Penanganannya yang Tepat

Gejala Kanker Rahim dan Cara Penanganannya yang Tepat

Gejala Kanker Rahim dan Cara Penanganannya yang TepatGejala Kanker Rahim bervariasi, bergantung apakah perempuan tersebut masih mengalami periode menstruasi atau tidak.

gejala kanker rahim

Jika perempuan tersebut masih mengalami periode menstruasi, gejala yang dialaminya adalah periode menstruasi yang tidak teratur dan terjadi pendarahan yang sangat banyak pada saat menstruasi. Sedangkan pada perempuan yang telah menopause, gejala ditandai dengan pendarahan abnormal pada vaginanya. Apabila gejala tersebut terjadi, sebaiknya setiap perempuan segera mengkonsultasi-kan hal tersebut dengan dokter.

Gejala Kanker Rahim

Faktanya, kanker rahim berkembang dengan sangat lambat, sehingga pendarahan ringan sering kali dianggap biasa oleh sebagian perempuan. Selain pendarahan, Gejala Kanker Rahim yang lainnya antara lain:

  • Belum memasuki masa menopause, tetapi tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama, lebih dari 90 hari.
  • Keluarnya cairan seperti keputihan pada perempuan yang telah mengalami menopause.
  • Sakit di perut bagian bawah yang berlarut-larut bisa jadi merupakan gejala dari Kanker Rahim.
  • Keluarnya cairan yang tidak normal. Merasakan sakit atau kesulitan ketika buang air kecil.
  • Mengalami keram atau sakit di bagian pinggul. Merasakan sakit ketika berhubungan suami-istri.

Tanda-tanda Kanker Rahim pada stadium lebih lanjut menyebabkan penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan dan perubahan pada kebiasaan buang air kecil dan buang air besar. Untuk memastikan kanker rahim atau bukan dari gejala kaker rahim yang muncul, biasanya dokter mengambil sample biopsy dan memeriksanya menggunakan mikroskop. Atau menggunakan cara deteksi lain, seperti scan menggunakan gelombang ultrasonik.

gelombang ultrasonik

Setelah dipastikan kebenaran keberadaan kanker rahim berdasarkan gejalanya maupun pemeriksaan lebih lanjut secara medis. Treatmen untuk kaker rahim harus segera dilakukan untuk mencegah kanker bertambah parah ataupun penyebaran sel kankernya. Treatmen kanker rahim meliputi operasi, terapi radiasi, terapi hormon dan kemoterapi. Treatmen ini disesuaikan dengan stadium kanker.

Kanker Stadium 1

Pada stadium 1, sel kanker masih sangat sedikit tumbuh di rahim dan tidak menyebar. Pada stadium ini treatmen dilakukan dengan operasi pengambilan jaringan sel kanker di rahim. Tetapi apabila perempuan tersebut masih menginginkan untuk memiliki keturunan dari rahimnya, alternatif treatmen lain yang dapat dilakukan adalah dengan terapi hormon progesteron. Terapi ini tidak dapat menyembuhkan kanker secara total, tetapi dapat menekan pertumbuhannya beberapa waktu, sembari memberi kesempatan ibu untuk hamil.

Kanker Stadium 2

Kanker rahim berada di stadium 2 apabila sel kanker mulai tumbuh di jaringan penghubung dengan serviks, tetapi masih di sekitar area rahim. Pada stadium ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah operasi pengangkatan rahim yang diiringi dengan terapi radiasi. Pada stadium ini gejalayang muncul adalah kondisi tubuh yang semakin melemah dan merasakan sakit yang semakin menjadi di sekitar perut bagian bawah.

Kanker Stadium 3

Kanker rahim stadium 3 terjadi jika sel kanker telah menyebar dan tumbuh di bagian luar rahim. Treatmen yang dilakukan untuk stadium ini adalah dengan operasi, radiasi dan kemoterapi ataupun kombinasi dari ketiga treatmen tersebut. Jika dokter menyimpulkan bahwa sel kanker yang tampak dapat dihilangkan, maka dilakukan treatmen hysterectomy. Hysterectomy adalah pengangkatan rahim dan serviks.

Kanker Stadium 4

Kanker rahim stadium 4, adalah kondisi dimana sel kanker mulai tumbuh di jaringan-jaringan lain yang letaknya cukup berjauhan dengan rahim, seperti di kandung kemih atau di usus besar. Pada kondisi ini, tidak memungkinkan dilakukan operasi, tetapi tetap perlu dilakukan hysterectomi untuk mencegah pendarahan. Terapi radiasi juga tetap perlu diberikan untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Penanganan utama yang perlu dilakukan adalah melakukan terapi hormon progesteron. Kombinasi-kombinasi treatmen tersebut dengan obat-obatan kemoterapi akan cukup mampu menekan pertumbuhan sel kanker.

Gejala Kanker Rahim yang muncul tidak selalu berkaitan dengan stadium kanker rahim. Bisa jadi gejala yang muncul hanya gejala ringan, tetapi ternyata pemeriksaan medis menunjukkan stadium tinggi. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk setiap gejala yang muncul.

Check Also

Cara Membuat Badan Berisi Terbukti 100% Ampuh

Cara Membuat Badan Berisi Terbukti Ampuh

Bagi Anda yang memiliki tubuh terlalu kurus dan ingin menjadikannya terkesan lebih berisi, ada beberapa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *